Seperti yang telah saya ceritakan pada artikel saya sebelumnya (Akreditasi BAN-PNF), kali ini saya akan membahas tentang Lembaga Pelatihan Kerja. Sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) berada dibawah asuhan Dinas Tenaga Kerja. Dinas ini juga ingin LPK-LPK asuhannya mempunyai standar dan kualitas sendiri. Untuk itulah dibentuk sebuah lembaga independen yang bertugas menilai standart dan kualitas LPK dan memberikan Status Akreditasi untuk lembaga-lembaga di Negeri ini. Lembaga ini adalah Lembaga Akreditasi-Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK).
LA-LPK bertanggung jawab kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Untuk membantu kerja LA-LPK di daerah-daerah, dibentuklah sebuah Komite Akreditasi di tiap-tiap Provinsi yang dinamakan Komite Akreditasi-Lembaga Pelatihan kerja (KA-LPK). NTT sudah mempunyai KA-LPK yang diketuai oleh Bpk. Karel Z. L. Koro, S.Kom, MM. Dimana saya sendiri (Tri Suris Lestari, S.Kom…heeehheeehee) adalah salah satu anggota KA-LPK NTT ini sampai periode 2014. Tugas dari Komite akreditasi NTT ini adalah meng-Akreditasi LPK-LPK di wilayah NTT. KA-LPK adalah kepanjangan tangan LA-LPK di daerah-daerah, tetapi hasil akreditasi sebuah LPK tetap di tentukan oleh LA-LPK. Untuk NTT, LPK-LPK yang ingin mendapatkan pengakuan ter-Akreditasi, terlebih dahulu LPK tersebut harus mengajukan surat permohonan ditujukan kepada Ketua KA-LPK NTT. (Format hampir sama dengan Surat Permohonan pada artikel sebelumnya)
Melanjutkan artikel Akreditasi BAN-PNF, kali ini saya akan menjabarkan tata cara untuk mendapatkan Status ter-Akreditasi dari LA-LPK. Sebelum kita mengajukan permohonan Akreditasi terlebih dahulu kita cek apakah Lembaga kita mempunyai ijin-ijin; SK Pendirian LPK (Akta Notaris), SK Pendirian Program Pelatihan (dari Dinas Nakertrans Kota/Kabupaten – salah satu), bisa dilengkapi dengan ijin-ijin yang lain (disiapkan saja), kalau sudah barulah kita siap dan bisa mengajukan Akreditasi.


Ada 8 Aspek Penilaian dari LA-LPK yang perlu dipersiapkan apabila kita ingin di-Akreditasi, diantaranya adalah :
1.     Sarana dan Prasarana (10 poin);
2.     Organisasi (4 poin);
3.     Sumber Daya Manusia (14 poin);
4.     Administrasi (2 poin);
5.     Program Kerja (2 poin);
6.     Program Pelatihan (60 poin);
7.     Pendanaan (2 poin);
8.     Kerjasama Institusi (6 poin). Semuanya ada 100 poin penilaian.

Setelah 8 Aspek kita siapkan dengan sebaik-baiknya, kini kita tinggal mengikuti proses Akreditasi di LA-LPK dengan baik. O iya, karena di NTT ini sudah mempunyai Komite Akreditasi-Lembaga Pelatihan Kerja (KA-LPK), yaitu Komite Akreditasi perpanjangan tangan dari LA-LPK untuk daerah, maka prosesnya agak berbeda sedikit dengan daerah yang belum memiliki KA-LPK.


Langkah-langkah untuk Akreditasinya adalah sebagai berikut :

  1. LPK mengajukan permohonan secara tertulis kepada KA-LPK;
  2. KA-LPK mengirim borang-borang/formulir isian kepada LPK (maksimal 3 hari kerja sejak surat permohonan diterima);
  3. LPK menyerahkan kembali borang-borang/formulir isian yang telah diisi lengkap kepada KA-LPK;
  4. Apabila borang-borang/formulir isian  tidak lengkap akan dikembalikan pada LPK yang bersangkutan (maksimal 3 hari kerja sejak borang-borang diterima);
  5. Jika borang-borang/formulir isian sudah lengkap maka KA-LPK membentuk Tim Akreditasi;
  6. Tim Akreditasi melaksanakan Akreditasi dan melaporkan hasil akreditasi kepada KA-LPK (maksimal 3 hari kerja sejak selesainya pelaksanaan akreditasi LPK);
  7. KA-LPK mengirimkan laporan hasil akreditasi ke LA-LPK;
  8. LA-LPK mengadakan sidang pleno untuk memutuskan hasil akreditasi apakah diterima atau ditolak; Bagi LPK yang dinyatakan terakreditasi, maka Ketua  LA-LPK menerbitkan Surat Keputusan dan Sertifikat Akreditasi LPK;
  9. Selanjutnya LA-LPK menyampaikan surat keputusan dan sertifikat akreditasi LPK kepada KA-LPK; dan….
  10. KA-LPK menyerahkan Sertifikat Akreditasi tersebut ke LPK yang bersangkutan

Yang paling penting persiapkan Program-program Pelatihan dengan baik karena Program Pelatihan memiliki poin penilaian paling besar. Siapkan Kurikulum per-programnya, Silabus, Rencana Pembelajaran dan lain-lain. Mari berjuang, jangan menyerah sebelum mencoba, perbaiki dan persiapkan segala sesuatunya untuk siap dalam peperangan. Peperangan Akreditasi.

Gagal 1 kali….gagal ke-2 kali…bukanlah kegagalan selamanya
Yakin dan tetap berusaha dengan lebih baik, pasti kita akan berhasil
“All Things Possible”
* Salam *

Open chat
Hiii... Butuh Bantuan?
Hallo....
Terima Kasih Telah Menghubungi Kami..
Ada yang Bisa Kami Bantu?