Money Wise, Future Rise; BI NTT Gelar LIKE IT 2026 series #5 Bersama Sinergi FP-PSK Nasional di Kupang

KUPANG, ekklesiakomputer.com – Komitmen untuk memperkuat literasi keuangan generasi muda terus digelorakan secara serentak di berbagai daerah. Pada Kamis (3/9/2026), ratusan mahasiswa bersama perwakilan akademisi dan dosen perguruan tinggi di Kota Kupang memadati Ruang Nembrala Lantai 3, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menghadiri perhelatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026.​ Kegiatan bertema “Money Wise, Future Rise” ini dilaksanakan secara terintegrasi dan hibrida (hybrid), menghubungkan peserta luring di Kupang dengan siaran nasional gelaran LIKE IT 2026 Series #5 yang dipusatkan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Forum bergengsi ini diinisiasi oleh Forum Koordinasi Pengembangan Sektor Keuangan (FK-PSK) yang menyatukan empat regulator utama stabilitas sistem keuangan nasional: Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Masa depan keuangan dimulai dengan langkah yang sederhana: bedakan antara kebutuhan dan keinginan, susun anggaran belanja, sisihkan tabungan, serta berinvestasilah sesuai kemampuan dan pemahaman. Kepada seluruh peserta, khususnya adik-adik mahasiswa, manfaatkan kegiatan ini untuk belajar, bertanya, dan menjadi semakin ahli dalam mengambil keputusan keuangan. Jadilah investor-investor muda yang cerdas, bijak, dan mandiri," pesan Ari Setyo Wibowo.

Sinergi Empat Pilar FK-PSK Melalui Siaran Langsung
Melalui sambungan siaran langsung dari Balikpapan yang dipandu oleh pemandu acara Jani Setia, para peserta di Kupang menyaksikan sinergi erat pimpinan lintas lembaga keuangan nasional. Acara ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Balikpapan Bapak Robi Ariadi, jajaran OJK Provinsi Kaltim-Kaltara yang dipimpin Bapak Yuliansa, serta para rektor perguruan tinggi.

Diskusi panel nasional yang dimoderatori oleh Ibu Feni Yurasika (Bank Indonesia) menghadirkan empat pakar dari masing-masing regulator keuangan:

  1. Bapak Faishal Kurniawan – Bank Indonesia (BI), mengupas arah digitalisasi sistem pembayaran dan stabilitas moneter.
  2. Bapak Suharyanto – Kementerian Keuangan (Kemenkeu), membedah instrumen pembiayaan negara serta peluang investasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel bagi masyarakat.
  3. Bapak Candra Sadik – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyoroti pengawasan industri keuangan dan pelindungan konsumen dari jebakan finansial ilegal.
  4. Bapak Hadika Rahman – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memaparkan fungsi penjaminan simpanan perbankan yang memberikan rasa aman bagi masyarakatdalam menabung. 

Edukasi Keuangan OJK di Kupang: Menghindari Fenomena "Raja Minyak Jadi Peminta-Minta"
​Melengkapi sesi nasional, perwakilan OJK yang hadir langsung di Ruang Nembrala Kupang memberikan edukasi interaktif mengenai realitas perilaku keuangan generasi muda.​ Narasumber OJK menyoroti kebiasaan mahasiswa dalam mengelola uang bulanan yang kerap mengalami fenomena "di awal bulan menjadi raja minyak, tetapi di akhir bulan menjadi peminta-minta". Kondisi ini dipicu oleh dominasi pengeluaran konsumtif dan ketidakmampuan menahan diri dari gaya hidup sesaat.

Lebih lanjut, OJK memaparkan data kondisi literasi dan inklusi keuangan terkini di tingkat nasional maupun regional NTT. OJK menegaskan dua pilar utama:

  • Inklusi Keuangan: Akses masyarakat terhadap lembaga dan layanan perbankan/finansial digital.
  • Literasi Keuangan: Keterampilan, pengetahuan, dan keyakinan dalam mengambil keputusan finansial yang bijak. ​Mengingat kemudahan transaksi digital saat ini, generasi muda diperingatkan secara tegas untuk tidak terjerumus ke dalam aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online (pinjol) tanpa izin serta judi daring (online) yang merusak stabilitas masa depan.

Catatan Akademisi: Kampus Sebagai Garda Literasi Finansial
Bagi civitas academica di Kupang, keterlibatan dosen dalam forum LIKE IT 2026 menjadi momentum penting untuk menjembatani wawasan regulator dengan dunia kampus.
Edukasi mengenai pentingnya menabung di bank yang dijamin LPS, berinvestasi pada instrumen legal yang diawasi OJK, serta bertransaksi aman via sistem BI perlu terus ditularkan di ruang perkuliahan.

Melalui portal ekklesiakomputer.com, kami mengajak seluruh generasi muda di NTT untuk menerapkan prinsip Money Wise:

  • ​Selalu dahulukan kebutuhan pokok daripada keinginan sesaat.
  • ​Sisihkan tabungan di awal bulan, bukan menunggu sisa uang di akhir bulan.
  • ​Pastikan legalitas lembaga dan produk investasi sebelum menyetorkan dana (prinsip 2L: Legal dan Logis).

​Dengan pondasi finansial yang kuat, generasi muda NTT siap tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

(Tim Redaksi Ekklesia Komputer)

GALERI “Money Wise, Future Rise”

Salam Sukses

Scroll to Top